mungkin orang tak pernah tau , bagaimana rasanya berjuang mengembalikan hidup
aku berjuang keluar dari lingkaran kekerasan yang kualami bertahun-tahun
pedih rasanya pada saat orang yang kita harapkan mencintai kita, namun membunuh kita perlahan
lewat kata- kata dan perbuatan.
tiap bulir airmata yang keluar merentas kepedihan yang dalam…
aku masih ingat kata-katanya bahwa aku ibu di bawah standard , bahkan dikala aku menyusui anakku sampai 2 tahun, nyaris tak pernah tidur nyenyak, pada saat yang bersamaan aku bekerja dan pada saat yang bersamaan aku kuliah S2,dipenuhi dengan tugas kantor dan tugas-tugas kuliahku, membantu dia membuka usaha , dan membantu kakaknya dengan masuk sebagai agen asuransi…
tiap hari aku harus bertemu banyak orang dan membangun relasi dengan mereka, semua modal kukeluarkan sendiri tanpa meminta sepeserpun, smua kulakukan pada saat bersamaan
aku ingat kata-katanya bahwa aku tidak berguna dan tidak bisa berpikir…hanya karena aku tidak suka memikirkan segala sesuatu yang tidak perlu dipikirkan, aku lebih suka memikirkan apa yang nyata di depan mata, dan yang lain membiarkan rencana Tuhan berjalan…
aku ingat kata-katanya bahwa aku tak pernah mengurusinya , bahkan di kala aku setiap tengah malam membukakannya pintu rumah karena dia tak mau membawa kunci, membuatkannya susu meskipun kadang tidak diminum, menyiapkannya makan, meski kadang tidak di makan,membantunya usaha meski aku tak pernah dibayar untuk yang kukerjakan,melayaninya meski aku diperlakukan seperti benda mati… dan aku tetap kurang baginya
aku ingat kata-katanya bahwa aku tak pernah membantunya, bahkan di kala seluruh penghasilanku habis untuk memenuhi kebutuhan keluarga, bahkan di kala dia keluar dari pekerjaanya dan membuka usaha sendiri dengan hasil yang tidah seberapa…
aku ingat dia bilang aku tak bisa mengatur keuangan dan boros, meski dia tak pernah memberiku kesempatan mengatur keuangan, meski aku tak pernah meminta uang padanya
aku ingat bagaimana dia memperlakukan orangtuaku, 3 tahun hidup bersama tapi hampir selama 2,5 tahun dia tak pernah menegur orangtuaku, tak pernah mengobrol, bahkan bila ada keluargaku datang dia tak pernah menyapa mereka, dan bila dia menyapapa, dia hanya menyapa dengan terpaksa, kemudian masuk lagi ke kamar..
aku ingat betapa dia selalu mengkritik keluargaku, semua hal buruk, jelek dan di anggap tak berguna serta munafik
aku ingat bagaimana dia menyuruhku menulis kekurangan-kekurangan aku, dan menempelkannya di dinding lalu setiap 2 bulan dia menyuruhku menggantinya…
aku ingat bagaimana dia bilang aku tidak mengurus anak , meski aku memandikannya sendiri sampai tali pusatnya puput, memijat bayi setelah mandi selama 7 bulan full, meski aku menyusui dan hampir tiap jam bangun bahkan di malam hari aku tetap memberi anakku ASI meski aku sangat lelah, membawanya ke dokter untuk imunisasi lengkap,membawanya ke dokter di kala anakku sakit ( 1 tahun pertama anakku sama-sekali tidak pernah sakit, ASI memberikan imunitas yang luar biasa) membeli bahan makanaanya setiap 2 hari ,memilih tiap sayuran , beras , lauk yang dimakan karena anakku tidak bisa makan bubur bayi instan, susunya, diapersnya, menyusun menu bagi anakku, mengawasi alerginya terhadap susu sapi yang mempunyai banyak manifestasi seperti kulit menjadi kering, batuk , suara serak, pilek, tidak nafsu makan dan rewel….
aku ingat bagaimana dia tidak memepercayai aku setiap kali aku memberi anakku obat dan membawanya imunisasi, padahal aku seorang dokter, yang setiap hari selama- bertahun-tahun bertemu dengan pasien dan mendiagnosa dan merawat mereka
aku ingat bagaimana dia menyalahkanku karena aku tidak mencuci, mengepel, memasak dan menyetrika bajunya…
padahal semua waktuku sudah habis, aku bahkan sulit mencari waktu untuk diriku sendiri…nyaris aku tak pernah tidur lebih dari 2 jam tanpa terbangun….. lelah skali..
dan aku menjadi mati
semua sudah kulakukan
tapi aku tak pernah cukup baginya
aku selalu menjadi manusia yang buruk dan kurang
aku tetap perempuan di bawah standardnya
kini dia memfitnahku
dan mengambil anakku pada saat aku masih menyusui tiap malam
dengan smua yang kulalukan bahkan dengan catatan lengkap tumbuh kembang anak, tanggal dan waktu tiap gigi anakku tumbuh, tanggal dan waktu dia duduk pertama kali, dia berjalan pertama kali, usia 1 tahun berat anakku 13 kg, tinggi 86 cm, usia 1,5 tahun dia bisa berhitung sampai 10… usia 1,5 tahun dia sudah mengerti kata “tidak”, dia tak pernah rewel, dia selalu tertawa, usia tepat 2 tahun dia sudah bisa meranglai 3 sampai 4 suku kata menjadi kalimat, perkembangan dan pertumbuhan dengan catatan record dokter anak, sangat baik , aku tetap dianggap tidak mengurusi anakku dan dianggap menelantarkan …
dan aku kalah di pengadilan
karena pada saat terakhir aku diminta menghadap hakim
aku tidak bersedia menghadap di luar persidangan