Monday, December 15, 2008

Terima kasih

Aku belajar banyak hal dari peristiwa yang kujalani saat ini,kini aku memahami hakikat hidup manusia, aku kini memahami pengembaraan untuk menemukan jati diri sejati, aku mengerti tentang cinta sejati, aku mengerti arti persahabatan yang murni, aku mnemukan arti ketulusan, aku menemukan arti kemurnian hati,dan aku melihat karya Tuhan yang begitu nyata, dan sgalanya yang membuatku beranjak semakin manusiawi….

Aku bersyukur dengan sgala peristiwa dan orang 2yang Tuhan libatkan dalam peristiwa itu, aku bersyukur karena kini aku benar2 memahami tak ada kebetulan di dunia ini, sgalanya telah dia rencanakan dengan sempurna untuk menjadikan kita manusia yang hidup dan bila saatnya tiba kita dapat kembali padaNYA dengan jati diri yang sejati…

begitu banyak cinta yang kulihat dan kurasakan, begitu banyak berkat yang berkelimpahan yang begitu nyata, bahkan di setiap peristiwa yang tampak buruk di hadapan manusia…… aku bisa melihat kini

aku tak pernah menyesali apa yang terjadi dalam hidupku, aku tak pernah merasa salah melakukan kesalahan, karena aku tau pada saat setiap peristiwa itu terjadi aku melakukan yang terbaik yang kutau pada saat itu sesuai pengertian, pengetahuan dan perasanku saat itu terjadi………dan aku tau setiap orang pun demikian…. karenanya aku tidak pernah membenci siapapun yang kuanggap menyakitiku…Ya aku tersakiti, aku marah dan tidak senang dengan “kelakuannya” bukan pada manusianya…..

jadi aku melangkah dengan lebih ringan, membiarkan Tuhan bekerja dengan caraNYA, membiarkan DIA mengatur sesuai waktuNYA , karena hanya DIA yang tau hati setiap manusia, dan hanya DIA yang tau sgala yang terbaik bagi setiap orang……dan aku memandangNYA dengan kesadaran sungguh Luar biasa cara Tuhan bekerja……..dan aku menyadari betapa berharganya kita pribadi demi pribadi di hadapanNYA

Posted by heartspace at 16:20:35 | Permalink | No Comments »

Friday, December 12, 2008

ketika aku mengandung, banyak hal yang kualami….banyak amarah yang kupendam, banyak rasa sakit yang kutelan…,mendengar suamiku mengatakan bahwa dia tak punya perasaan apa-apa lagi terhadapku dan orangtuaku, melihat bagaimana suamiku mendiamkan aku berhari-hari bahkan berminggu-minggu bila yang kulakukan tak sesuai keinginannya………agar aku bisa memberikan tempat yang nyaman bagi anak dalam kandunganku

ketika aku melahirkan, banyak hal yang kemudian aku tak pedulikan, perasaanku, pikiranku, kemarahan, rasa saakit, dan perlakuan suamiku terhadapku maupun ke orangtuaku….agar aku bisa menyusui dengan penuh, agar ASI bisa terjamin jumlah nya …….., agar anakku bisa mendapatkan hal yang terbaik yang dia butuhkan ASI yang akan menjamin kesehatannya, kecerdasannya, hatinya, dan agar dia mengawali hidup ini dengan merasakan cinta dan kehangatan

ketika anakku beranjak bertumbuh , aku memilih untuk banyak diam, tak mengidahkan remuk redamnya hatiku, belenggu saat aku tak bisa bicara apapun, dikatakan ibu di bawah standar, dikatakan tidak pernah membantu suami, meski saat itu aku bekerja 3 tempat sekaligus , menyusui , mengurus segala keperluan anak dan suamiku , dan kuliah……agar  anakku bisa tumbuh dengan bahagia, bisa mendapatkan pelukan cinta semuanya, agar dia berkembang dengan alami…

ketika akhirnya aku mengiyakan ancaman cerai suamiku, aku difitnah, “ditindas” , dihancurkan pekerjaanku, diperkarakan di polisi ( karena suamiku sendiri menjebak aku),dan ketika anakku diambil tanpa sepengetahuan aku, di kala dia masih menyusui di malam hari, di kala selama 2 tahun penuh dia tidur bersamaku….aku memilih tidak mengambilnya secara paksa, karena cintaku pada hugo membuatku rela menepis segala kerinduan dan keinginan di hati agar dia tidak semakin terluka…..

aku melihat bagaimana suamiku dan keluarganya mengambil hugo tanpa kuketahui, mereka bilang aku meninggalkannya dalam keadaan sakit dan pergi dengan laki2 lain….. bagaimana mungkin aku meninggalkan anakku dalam keadaan sakit, bila aku seorang dokter yang sudah menangani ribuan pasien, dan aku tau persis bagaimana mendiagnosa seseorang , berat ringannya seseorang tersebut, apakah perlu didampingi atau tidak…

bagaimana aku dikatakan meninggalkan anakku sendirian bila pada saat itu aku meninggalkan rumah untuk bekerja dan dia di rumah bersama baby sitter dan ibuku ( kami tinggal di rumah orangtuaku)..

bagaimana aku dikatakan meninggalkan rumah dan berada di tempat laki2 lain bila pada saat aku di tempat kost teman ku ,aku datang karena melihat berkas pembiayaan anak atas perintah suamiku yang pada saat itu sudah sepakat berpisah di depan Pastor, di depan orangtuaku, dan melalui sms dia mengatakan “aku bukan suamimu lagi, hanya saja memang belum legal”. ya, karena memang pada saat itu kami baru akan mengurus ke pengadilan dan dia memintaku untuk menanyakan berkas2 pembiayaan anak pada temanku itu yang kebetulan juga sedang proses dan sudah membuat perjanjian di depan notaris perjanjian tentang pembiayaan anak setelah bercerai…….

bagaimana pada saat dia bilang menemukan emailku pada laki2 lain , dia tidak pernah menanyakan padaku, tidak pernah mengatakan padaku, tapi langsung membawanya ke tempat kakak2nya diperlihatkan pada mereka, dan dibawa juga ke tempat Pastor yang saat itu mendampingi masalah kami……….. aku adalah orang terakhir yang mengetahui keberadaan email2 tersebut…….lalu bagaimana dia bisa mengambil email yang dikatakan emailku? karena dia dia yang membuatkan accountnya, dia yang membuatkan passwordnya, lalu bila memang dia menghargai aku sebagai istri, dengan akses yang 100% terhadap accountku , dan bila dia berniat baik, mengapa dia tidak menanyakan dulu padaku, tapi langsung membawanya kepada kakak2nya dan kemudian kepada pastor?……….. dia bahkan memblok account ku itu setelahnya, hampir 2 bulan aku tak punya akses ke accountku tersebut, padahal itu berhubungan dengan pekerjaanku sebagai dosen, dan kebetulan juga kuliah……… saat dia mengembalikan accountku tersebut dia bilang ” emailmu sudah aku balikin, passwordnya sundoro, kamu ganti aja supaya nggak bisa aku jailin lagi” …… lalu pertanyaanya apa benar smua yang ditulis di dalam email tersebut adalah tulisanku? pada saat suamiku akhirnya memperlihatkan ke aku sumpah aku sudah lupa isinya, karena memang bukan hal yang penting, dan apa aku tulis semua isinya, aku juga tidak yakin …..

dia bilang aku minta cerai darinya…tapi mengapa ia menggugat cerai aku? mengapa dia bilang ke Pastor dan ke orangtuaku kami sepakat bercerai? apa dia mengatakan bagaimana dia bilang padaku sudah tidak tahan dan ingin berhenti berjuang? sudah capek berusaha?…akhirnya aku mengiyakan permintaanya…lalu aku kemudian dituduh mengiyakan itu karena aku sudah ada laki-laki lain……lalu mengapa selama pernikahan dia sering mengancam cerai, bila dia ternyata tidak ingin bercerai brarti dia hanya ingin mengontrol hidupku dengan ketakutan akan bercerai…..,,sungguh cara mencintai yang tidak kupahami….

bila akhirnya aku menceritakan pada keluarganya apa yang kualami dan kurasakan , itu karena dia lebih dahulu menceritakan tentangku yang tidak benar…. dan keluarganya mengelak…bila memang dia tidak menceritakan hal2 buruk lebih dahulu tentangku bagaimana mungkin kakak iparnya yang kebetulan satu sma denganku menelpon temannya untuk menanyakan siapa laki-laki yang dituduhkan suamiku menerima email dariku…. bagaimana  mungkin kakak iparnya yang lain beberapa hari kemudian bertemu denganku dan bercerita dan mengatakan haltentang masuknya “orang ketiga” di saat suatu rumah tangga sedang bermasalah, bagaimana mungkin kakak-kakak perempuannya mengatakan hal2 buruk dan itu disampaikan babay sitterku kepadaku….dan bila kemudian aku memilih bicara, itu karena aku ingin mereka mendengar dari 2 versi, namun yang terjadi justru mereka bilang aku menjelek-jelekkan adiknya, aku pembohong, aku tidak tau diri dlll……. lalu bagaimana mereka menuntut ada penyelesaian masalah bila aku tak boleh bicara dan mengatakan apa yang kurasakan, apa yang terjadi dan apa yang ku alami?  bagaimana?

saat gugatan cerai dilayangkan padaku aku dikatakan ibu yang tak punya kasih, hanya melahirkan saja…..lalu bagaimana dengan aku yang menyusui ASI esklusif 6 bulan, full ASI selama 1,9 thn , dan ASI dimalam hari sampai saat dia diambil tanpa sepengetahuan aku…lalu bagaimana dengan catatan tumbuh kembang anak , berat badan yang baik, tinggi badan yang baik, tak pernah sakit di tahun pertama kehidupannya, alergi produk sapi yang terkontrol, imunisasi yang lengkap, jadwal kontrol dokter yang lengkap untuk mencek tentang perdarahannya ( anakku sempat perdarahan selama 6 jam saat dia terjatuh dan giginya patah, dokter memintaku memberi pengawasan , dan kebetulan dia pun sering mimisan) , aku tau kapan tiap giginya tumbuh, melihat dan mencatat saat dia mulai duduk, mulali merangkak, mulai berdiri, mulai berjalan, aku melihat dan mencatat semua perkembangan yang sudah bisa dia lalukan sampai dia diambil dariku… lalu bagaimana dengan itu semua, dan aku dikatakan hanya melahirkan saja?

kini 7 bulan sudah aku tak bertemu anakku…. pada saat aku kalah di pengadilan tentang hak asuh anak, aku dianggap ibu dengan simpang laku, meninggalkan anak dalam keadaan sakit dan berada di tempat laki-laki lain……aku memang berada di tempat temanku,tapi atas permintaan suamiku untuk meminjam berkas pembiayaan anak, ayahku pun tau akan hal tersebut…aku punya bukti dan aku punya saksi…lalu mereka bilang aku pembohong, suka mengarang hanya dengan hal2 kecil, bahkan mereka ke kantorku untuk meminta dekan tempatku mengajar menonaktifkan akau, dan aku memang dinonaktifkan, lalu mereka mendatangi tempatku mengajar yang lain untuk meminta mereka merubah status kepegawaianku yang staf pengajar tetap menjadi staf pengajar tidak tetap, lalu mereka mengatakan aku tidak praktek dan tidak punya SIP, padahal aku prektek di depan pengadilan dan papan namaku pun terpampang di sana, mereka bilang aku datang ke romo yang pasti akan membelaku, padahal aku datang ke romo yang memberikan kanonik dan yang menikahkan kami..bahakan aku pun juga tau bahwa suamiku mendatangi mantan tunangan aku untuk membujuknya membuktikan bahwa aku ini perempuan yang tidak baik, tukang berselingkuh dll…..

dan aku tak melakukan apapun…aku diam saja, membiarkan semuanya mengalir…. tidak perlu berteriak bahwa aku tidak seperti yang mereka “imaginasikan” .buat apa melakukan itu smua? kebenaran akan kenyataan selalu akan nyata……. aku punya bukti dan punya saksi, smua yang kukatakan tak ada yang mengada-ngada….. dan aku ingin memberikan cinta pada anakku dengan hal yang kumengerti adalah cinta….aku tak mau merebutnya dengan kasar karena aku tau anakku bukan barang yang bisa diperebutkan, menilik cara-cara suamiku dan keluarganya memperlakukan dan menghalalkan segala cara, aku tau bahwa kemungkinan bila aku mengambil anakku dengan cara kasar mereka akan merebutnya dengan cara yang lebih kasar…dan aku ingin anakku tidak mengalami hal itu, cintaku padanya membuatku tak sanggup membelenggu dia…mungkin mantan suamiku dan keluarganya menaganggap aku takut karena aku bersalah, tapi aku tidak takut, dan aku tau persis apa yang terjadi, mengapa dan bagaimana semua terjadi, aku tau mengapa mantan suamiku dan keluarganya bertindak seperti itu, aku mengenal karakter mereka dengan baik, dan bukan karena takut aku tidak melakukan hal yang sama, tapi justru karena cintaku yang begitu besar kepada Hugo………

aku tak ingin dia hidup dalam penjagaan ketat, aku tak ingin dia hidup dengan orangtua yang was-was anakkya akan direbut..aku tak ingin anakku hidup dengan ketakutan…..aku ingin anakku hidup bebas, hidup dan berkembang sebagaimana dia sebagai anak2 yang tumbuh…ketakutan entah itu dari orang2 disekelilingnya maupun dari dalam dirinya (yang tidak disadari suamiku) akan membuatnya tidak bebas berkembang…dan aku tak ingin itu terjadi….cintaku pada anakku membuatku ingin dia hidup sebagai manusia bebas…..

Posted by heartspace at 01:52:19 | Permalink | Comments (1) »

Monday, December 8, 2008

BONUS

pernahkah kau mencintai
seperti kau pulang ke rumahmu sendiri
damai
tenang
bahagia
dan kau tak ingin beranjak

pernahkah kau mencintai 
sama seperti burung berkicau
tertawa
bersenandung
bersinar
dan kau tak ingin berhenti
karena tak bisa berhenti
karena tumbuh tanpa kau minta
karena mencintai tanpa kaurencanakan

dan kau bebas
lepas
mencintai
karena keluar dari dalam hatimu
bukan keinginanmu
bukan untuk kenyamanmu

karena kau mencintainya 
tanpa peduli 
apakah dia mencintamu atau tidak
cinta yang tulus,tanpa batasan
tanpa ekspektasi
tanpa menuntut balas
tanpa pemaksaan
hanya mencintai

dan bila dia ternyata mencintaimu
itu bonus

Posted by heartspace at 03:26:17 | Permalink | No Comments »

manusiawi

kadang kita sebagai manusia terlalu angkuh untuk mengakui bahwa kita manusi a yang punya sisi manusiawi..
banyak diantara kita yang kemudian tanpa disadari berada di ambang kehancuran diri karena keangkuhan tersebut…

tanpa di sadari kita sering brusaha mati2an melindungi orang lain karena merasa kita lebih kuat daripada orang tersebut, atau mati2an kita menjaga seseorang sampai mengornbankan dirinya sendiri karena merasa kita jauh lebih kuat dari orang tersebut…
Lupa bahwa setiap manusia perlu hidup sebagai manusia dengan segala hal yang manusiawi agar menemukan jati dirinya yang sejati….
akhirnya dengan berdalih kasih , kita mematikan orang lain dan diri kita sendiri dengan tidak membiarkan diri kita dan orang lain tersebut menjadi manusia

rasa sakit membuat kita mengerti arti keikhlasan dan ketulusan
rasa marah membuat kita memahami kedamaian
rasa sedih membuat kita mengerti arti kebahagiaan
rasa takut membuat kita tau arti kebebasan
rasa khawatir membuat kita tau bagaimana melihat hidup
semua manusiawi 
dan tiap - tiap orang perlu belajar untuk merasakan dan mengatasinya
karena di situlah kita hidup sebagai manusia

segala rasa manusiawi yang kita rasakan membuat kita menyadari bahwa Allah lah tempat kita bersandar..bahwa kita hidup semata -mata karena KASIH ALLAH…
sgala peristiwa dalam hidup , semua orang yang kita temui, peristiwa alam dan segalanya adalah cara Allah bicara pada kita…..
segalanya terlalu sempurna untuk disebut kebetulan
tapi seringkali kita tak menyadarinya
karena kita terlalu sibuk mencari kesalahan dalam peristiwa hidup kita
sibuk menghakimi dan menghukum orang lain
sibuk membela diri
dan segala kesibukan lain

lupa diam 
untuk mendengarkan apa yang Allah katakan….
Padahal dengan mendengarkan Allah bicara
beban kita akan terlepas
dan kita akan melihat segalanya baik 

Kadang manusia tidak sabar
selalu ingin segalanya instan
sehingga kemudian sibuk berlari 
sibuk membuat pagar dalam kehidupan nya
membuat benteng pertahanan
membuat rencana “perang”
sibuk dengan ketakutan dan kekhawatirannya

lupa membiarkan segalanya berjalan seiring waktu
lupa membiarkan segalanya berjalan apa adanya
lupa membiarkan Tangan Allah bekerja
dan lupa bahwa Bila Allah telah menciptakan kita dengan cinta 
maka DIA akan menjaga kita dengan cinta pula

Posted by heartspace at 03:13:16 | Permalink | No Comments »