Friday, October 24, 2008

aku

mungkin orang tak pernah tau , bagaimana rasanya berjuang mengembalikan hidup

aku berjuang keluar dari lingkaran kekerasan yang kualami bertahun-tahun

pedih rasanya pada saat orang yang kita harapkan mencintai kita, namun membunuh kita perlahan

lewat kata- kata  dan perbuatan.

tiap bulir airmata yang keluar merentas kepedihan yang dalam…

aku masih ingat kata-katanya bahwa aku ibu di bawah standard , bahkan dikala aku menyusui anakku sampai 2 tahun, nyaris tak pernah tidur nyenyak, pada saat yang bersamaan aku bekerja dan pada saat yang bersamaan aku kuliah S2,dipenuhi dengan tugas kantor dan tugas-tugas kuliahku, membantu dia membuka usaha , dan membantu kakaknya dengan masuk sebagai agen asuransi…

tiap hari aku harus bertemu banyak orang dan membangun relasi dengan mereka, semua modal kukeluarkan sendiri tanpa meminta sepeserpun, smua kulakukan pada saat bersamaan

aku ingat kata-katanya bahwa aku tidak berguna dan tidak bisa berpikir…hanya karena aku tidak suka memikirkan segala sesuatu yang tidak perlu dipikirkan, aku lebih suka memikirkan apa yang nyata di depan mata, dan yang lain membiarkan rencana Tuhan berjalan…

aku ingat kata-katanya bahwa aku tak pernah mengurusinya , bahkan di kala aku setiap tengah malam membukakannya pintu rumah karena dia tak mau membawa kunci, membuatkannya susu meskipun kadang tidak diminum, menyiapkannya makan, meski kadang tidak di makan,membantunya usaha meski aku tak pernah dibayar untuk yang kukerjakan,melayaninya meski aku diperlakukan seperti benda mati… dan aku tetap kurang baginya

aku ingat kata-katanya bahwa aku tak pernah membantunya, bahkan di kala seluruh penghasilanku habis untuk memenuhi kebutuhan keluarga, bahkan di kala dia keluar dari pekerjaanya dan membuka usaha sendiri dengan hasil yang tidah seberapa…

aku ingat dia bilang aku tak bisa mengatur keuangan dan boros, meski dia tak pernah memberiku kesempatan mengatur keuangan, meski aku tak pernah meminta uang padanya

aku ingat bagaimana dia memperlakukan orangtuaku, 3 tahun hidup bersama tapi hampir selama 2,5 tahun dia tak pernah menegur orangtuaku, tak pernah mengobrol, bahkan bila ada keluargaku datang dia tak pernah menyapa mereka, dan bila dia menyapapa, dia hanya menyapa dengan terpaksa, kemudian masuk lagi ke kamar..

aku ingat betapa dia selalu mengkritik keluargaku, semua hal buruk, jelek dan di anggap tak berguna serta munafik

aku ingat bagaimana dia menyuruhku menulis kekurangan-kekurangan aku, dan menempelkannya di dinding lalu setiap 2 bulan dia menyuruhku menggantinya…

aku ingat bagaimana dia bilang aku tidak mengurus anak , meski aku memandikannya sendiri sampai tali pusatnya puput, memijat bayi setelah mandi selama 7 bulan full, meski aku menyusui dan hampir tiap jam bangun bahkan di malam hari aku tetap memberi anakku ASI meski aku sangat lelah, membawanya ke dokter untuk  imunisasi lengkap,membawanya ke dokter di kala anakku sakit ( 1 tahun pertama anakku sama-sekali tidak pernah sakit, ASI memberikan imunitas yang luar biasa)  membeli bahan makanaanya setiap 2 hari ,memilih tiap sayuran , beras , lauk yang dimakan  karena anakku tidak bisa makan bubur bayi instan,  susunya, diapersnya, menyusun menu bagi anakku, mengawasi alerginya terhadap susu sapi yang mempunyai banyak manifestasi seperti kulit menjadi kering, batuk , suara serak, pilek, tidak nafsu makan dan rewel….

aku ingat bagaimana dia tidak memepercayai aku setiap kali aku memberi anakku obat dan membawanya imunisasi, padahal aku seorang dokter, yang setiap hari selama- bertahun-tahun bertemu dengan pasien dan mendiagnosa dan merawat mereka

aku ingat bagaimana dia menyalahkanku karena aku tidak mencuci, mengepel, memasak dan menyetrika bajunya…

padahal semua waktuku sudah habis, aku bahkan sulit mencari waktu untuk diriku sendiri…nyaris aku tak pernah tidur lebih dari 2 jam tanpa terbangun….. lelah skali..

dan aku menjadi mati

semua sudah kulakukan

tapi aku tak pernah cukup baginya

aku selalu menjadi manusia yang buruk dan kurang

aku tetap perempuan di bawah standardnya

kini dia memfitnahku

dan mengambil anakku pada saat aku masih menyusui tiap malam

dengan smua yang kulalukan bahkan dengan catatan lengkap tumbuh kembang anak, tanggal dan waktu tiap gigi anakku tumbuh, tanggal dan waktu dia duduk pertama kali, dia berjalan pertama kali, usia 1 tahun berat anakku 13 kg, tinggi 86 cm, usia 1,5 tahun dia bisa berhitung sampai 10… usia 1,5 tahun dia sudah mengerti kata “tidak”, dia tak pernah rewel, dia selalu tertawa, usia tepat 2 tahun dia sudah bisa meranglai 3 sampai 4 suku kata menjadi kalimat, perkembangan dan pertumbuhan dengan catatan record dokter anak, sangat baik , aku tetap dianggap tidak mengurusi anakku dan dianggap menelantarkan …

dan aku kalah di pengadilan

karena pada saat terakhir aku diminta menghadap hakim

aku tidak bersedia menghadap di luar persidangan

Posted by heartspace at 02:10:05
Comments

One Response to “aku”

  1. Anonymous says:

    Hi Cin….ketika buka facebook-mu, terlihat alamat blogmu. Ada keinginan kuat membuka blog-mu ini. Ternyata….aku baca tulisanmu ini…. Nggak tau gimana mensupport-mu, but you will be in my pray list since tonight… Be strong, be tough…karena aku yakin pencobaan ini bisa datang ke kamu, karena Tuhan tau kamu sanggup menanganinya!!! Keras emang berasanya sekarang…but one day… you will know what actually His plan is.

    Hari Jumat lalu, ketika lagi di misa penghiburan karena Romo yang biasa ngelayani kami di sini mamanya meninggal dunia September lalu….si Romo bilang gini lho, Cin,” Ketika aku tau mama kena penyakit kanker rahim, aku berasa ‘rumah’ku dulu direngut dengan kejam. Aku marah, tapi aku nggak mau memblame Tuhan. Tapi aku kecewa. Lalu tiba-tiba aku teringat kesusahan Ayub dulu. Sungguh aku malu, karena penderitaanku tidak sebesar Ayub, tapi aku sudah marah ke Tuhan. Ayub selalu bilang, kenapa kita mau menerima yang baik saja dari Tuhan, tapi yang buruk kita tolak ?” And you know, Cin… hal itu membuat aku sungguh mengerti sekarang, apa yang dinamakan “Bersyukurlah untuk segala hal!!”

    Aku nggak mau ngotbahin kamu, tapi aku ingin kamu kuat. Aku nggak tau apa masalahmu, tapi aku ingin kamu masih bisa bersyukur kepada Tuhan untuk apa yang terjadi saat ini. Aku tau…susah emang…tapi ketika kita mensyukuri semua hal yang terjadi dalam hidup kita, beban salib ini akan terasa lebih ringan.

    God bless you always and forever. Dia akan menyeka semua air matamu….suatu hari nanti…ketika waktuNya tiba. Dia akan buat semua indah pada waktuNya. So…be patience….keep praying, karena doa adalah kunci semua mujizat yang terjadi di dunia ini.

    Take care, ya, Cin…. and keep smiling :)

    gw yang support lu dikit… hehehehehe,
    KETTY ex-simanjuntak! :)

Leave a Reply