Thursday, January 22, 2009

surat untuk Hugo

Dear hugo

Sayangku Hugo, anakku terkasih…hari ini 21 januari 2009…..sudah 8 bulan kita tak bertemu….aku menulis ini untukmu ,aku tak pernah tau bilamana waktuku tiba…tapi aku ingin engkau tau beberapa hal, bila ternyata aku tak pernah bisa lagi berjumpa denganmu….

Kita punya kisah yang indah
Setiap malam sejak dalam kandungan aku bernyanyi untukmu
Setiap pukul 5 pagi saat usia kandunganku 6 bulan, kamu selalu sudah sibuk menendang perutku ….kamu akan berhenti menendang setiap aku mengelus ngelus perutku…lalu kita mendengarkan musik bersama
Saat kau lahir , hampir setiap 2 jam kamu terbangun untuk menyusu
Kamu pandai sekali, tidak sulit belajar menyusu…
Saat itu setiap menyusu aku menggendongmo, duduk di kursi atau bersandar di kepala tempat tidur…
Kita saling memandang…sambil kubernyanya,kamu akan selalu tertidur
☺ tapi adakalanya kamu nakal
semalaman tak mau lepas dari putting susuku
setiap akan kulepas kamu menarik kuat putting susuku
akhirnya kita tidur bersisian
dan aku nyaris tak tidur karena menjaga agar kamu tak tersedak
tapi aku bahagia melakukannya
menciummu saat kau tidur
membelaimu dan memandangimu
aku tau kita berdua saling mencintai
saat kau mulai berhenti menyusu di siang hari saat usiamu 21 bulan, aku menangis
aku merasa kehilanganmu,meski saat itu kau masih suka menyusu di malam hari 
di sela sela tidurmu…

sebelum kuberangkat kerja
kita selalu bermain
ada satu boneka tangan yang sangat kamu suka
froggy namanya
kamu bisa tertawa terkekeh kekeh saat kumainkan boneka tersebut
berteriak dan berusaha meraih ☺
kamu sangat tidak suka berada di box…
tiap kali dimasukkan ke box bayi kamu langsung berteriak teriak
tak pernah bisa tidur pulas bila ditaruh di dalam box
jadi kamu selalu tidur denganku di tempat tidurku

kamu luar biasa
kamu bisa duduk sendiri tepat di usia 5 ,5 bulan
lalu kamu langsung belajar berdiri
kamu belajar melangkah saat usiamu 7 bulan
saat usiamu 8 bulan kamu melangkah untuk pertama kalinya
tanpa berpegangan
3 langkah…dan terjatuh… ☺
sayangku…kamu sempat takut mencoba lagi berjalan tanpa berpegangan selama 2 minggu
aku membiarkanmu,aku memelukmu, aku tersenyum padamu
karena aku tau bila kamu sudah siap mengatasi rasa takutmu
kamu akan melangkah lagi
dan benar
kamu melangkah lagi, kali ini kamu berjalan jauh dengan berpegangan tembok, kursi , meja dan apa saja yang ada di dekatmu
begitu indah sayang, melihatmu bangkit
saat usiamu 10 bulan kamu sudah berjalan lancar tanpa berpegangan lagi
kamu melangkah dengan percaya diri
dan mulai berlari serta melompat –lompat

kita sering berciuman
berpelukan dengan mesra
tertawa bersama 
bermain dan jalan jalan sayang :P
kamu sering ikut aku bekerja
kamu sangat terkenal diantara teman-teman sekantorku
kamu sangat menggemaskan

pernah suatu hari kita bermain mandi bola di mall 
dan kamu muntah
aku sibuk sekali membersihkanmu dan membersihkan bola-bola yang terkena muntahanmu..tapi aku senang, aku bangga padamu

kamu lelaki kecilku
cintaku padamu terpatri erat
meski kini kita terpisah jarak dan waktu
tapi kita tetap bersama
aku merasakanmu
di saat kamu sakit
saat kau takut
aku merasakanmu
aku selalu ada sayang
tak pernah meninggalkanmu
kau anakku

Aku tak menemuimu bukan karena aku tak mencintaimu
Aku sangat mencintaimu, sampai aku tak sanggup bila aku harus membelenggumu
dalam ketakutan, dalam kekhawatiran,aku tak mau kau lebih terluka lagi…..
Aku tak bisa membiarkanmu bertemu sejenak denganku tanpa kebebasan 
kemudian dipisahkan lagi..
Aku tak sanggup membiarkanmu di usiamu yang sangat muda
Selalu ketakutan akan rasa kehilangan
Mungkin tak terlihat
Tapi aku tau sayang
Tangismu sampai kepadaku
Meski mungkin kau tampak biasa
Aku tau hatimu terluka
Dan aku tak bisa membiarkan kamu terluka lebih dalam lagi
Ketenanganmu
Kebebasanmu dari trauma
Lebih utama daripada keinginanku
Aku tak bisa menemuimu
Sampai kita diberi kebebasan bertemu tanpa syarat
Sampai kita diperbolehkan lagi bermain
Di tempat yang kita sukai
Sampai kita bisa berpelukan , berciuman, berdekapan lagi dengan bebas

Aku berjuang sayang
Sampai sekarang
Perjuangan tanpa kekerasan
Entah berapa lama,tapi aku tak kan berhenti berjuang
Bagimu untuk kebebasanmu mendapatkan kasih sayang
Secara utuh, bukan saja dari ayahmu
Tapi juga kasih sayang utuh dari ku, ibumu

Suatu hari kamu akan mengerti
Bila saatnya tiba…
Aku mencintaimu sangat di setiap degup jantungku
Di setiap desiran darahku, kau selalu ada 
Sampai selamanya
Anakku
Hugo

Hugo, lagu ini selalu kunyanyikan setiap malam di saat kau tidur

Waktu hujan turun
Rintik perlahan
Bulan pun menepi , awan menebal
Kutimang si buyung anakku sayang
Anakku seorang tidur lah tidur
Ibu mendoa
Ayah menjaga
Agar kau kelak
Jujur melangkah
Jangan engkau lupa
Tanah pusaka 
Tanah tumpah darah
Indonesia

Tuhan 
Apa yang dilakukan Hugo sekarang
Dia pasti sudah besar
Engkau tau isi hatiku
Engkau yang paling tau bagaimana aku berjuang tiap saat
Menahan rinduku
Airmata yang mengalir
Tiap tetesan kepedihan
Tapi aku percaya padaMU 
Engkau punya rencana indah bagi kami
Dan demi kemulianMU
Jagalah dia selalu Tuhan
Dekaplah dia dalam belaian kasihMU
Kuserahkan dia sepenuhnya ke dalam tanganMU
Sang empunya
Trimakasih telah memberiku kesempatan indah untuk mengandungnya
Trimakasih karena Engkau telah memberiku kesempatan melahirkannya
Trimakasih Engkau telah memberiku kesempatan menyusuinya selama 2 tahun
Trimakasih untuk waktu-waktu kebersamaan kami
Aku tak tau apa rencanaMU
Apakah aku bisa mengasuh dan bertemu dengannya lagi dengan bebas
Tapi aku yakin KAU tak akan meninggalkannya
Dan aku di sini tak kan kunjung berhenti menanti

Posted by heartspace in 04:05:51 | Permalink | No Comments »

Monday, January 19, 2009

Sejarah

Hari ini aku telah menjalani sejarah selama 34 tahun
dalam perenunganku aku menyadari betapa Allah sungguh luar biasa
sejarah hidupku, juga menjadikanku sejarah bagi orang lain
sejarah hidup orang lain telah melengkapi bagian dalam sejarah hidupku
dan sejarah setiap manusia adalah bagian dari karya cinta Allah 
bagian dari sejarah penciptaan manusia, dan karya penyelamatan Allah
tidak hanya pada diri setiap manusia, tapi juga seluruh mahluk ciptaanNYA
dan aku bersyukur hari ini aku menggenapi sejarah selama 34 tahun

aku merenung betapa indah Allah menggenapi cintaNYA padaku
aku menggenapi sejarah hidup kedua orangtuaku dengan dilahirkan melalui mereka
dan itu pasti sesuai dengan rencana Allah , aku lahir dari mereka
di tempatku menimba ilmu aku menjadi bagian sejarah 
dari teman temanku ,sahabat, guru-guruku dan smua yang kutemui
dan mereka bagian dari sejarahku
di tempatku bekerja , seluruh pegawai, sahabat, atasan 
adalah bagian dari sejarahku 
dan aku bagian dari sejarah mereka
kehamilan, kelahiran, menyusui anakku terkasih 
telah menjadikan anakku sejarah dalam hidupku
begitu juga aku jadi bagian sejarah dalam kehidupannya
semua tempat, semua peristiwa menjadikanku 
bagian dari sejarah hidup orang-orang yang terlibat di dalamnya 
begitu juga sebaliknya…

aku menyadari sejarah tidaklah sekedar sejarah
Allah telah menempatkanku di dalam sejarah 
karena DIA ingin aku mengenalNYA secara pribadi
bukan sebagai nama, bukan sebagai sosok, bukan sebagai bayangan
tetapi Allah yang sungguh nyata

DIA ingin aku menemukan jati diriku yang sejati
bukan sebagai anak, bukan sebagai dokter, bukan sebagi karyawan, 
bukan sebagai orang katholik, bukan sebagai orang jawa
bukan sebagai ibu, bukan sebagai apapun “bajuku”
tapi sebagi aku
aku belajar mengenal dan memahami tentang cinta kasih sejati
belajar bagaimana menjadi peka terhadap sesama 
menmurnikan hati dalam setiap keinginanku 
mendengarkan hati nurani bicara
belajar melayani dengan kasih
belajar mengerti arti ketulusan hati
keiklhasan dan penyerahan total terhadap Allah
setiap saat dalam perjalanan hidupku

aku tidak tau rencana Allah dengan rinci
tapi aku yakin bahwa sejarah yang terjadi dalam hidup setiap manusia
adalah bagian dari karya penyelamatan
aku tau DIA ingin setiap manusia , tanpa terkecuali
yang kita beri cap orang baik atau orang jahat
yang kita beri nama perempuan atau laki -laki
semua dipanggil dalam karya penyelamatanNYA

kini aku telah menjalani sejarah hidupku 34 tahun
entah masih berapa lama lagi sang Empunya 
akan memberiku sejarah
aku cuma tau 
Dia ingin
bila kelak aku menutup sejarahku
aku bisa menutup dengan senyum
karena aku menemukan aku
dan “pulang” dengan bahagia

note ini didedikasikan untuk semua teman-temanku , anakku terkasih , dan smua orang yang ada dalam hidupku, orang tua, belahan jiwaku, mantan suami, orang2 yang mencintaiku ,yang membenciku dan smuanya 
trimakasih sudah ada dalam sejarah hidupku, dan kta masih menjalaninya bersama-sama….
trimakasih karena setiap peristiwa setiap orang yang kujumpai membuatku mengenal karya Allah, meski kadang tidak mudah

Bila ada masa kita bertengkar, saling menyakiti , aku mengganggap sebagai bagian dari proses mengenal diri sendiri dan proses kehidupan yang membuatku lebih memahami hidup…
aku juga minta maaf bagi semua orang yang tersakiti olehku yang tidak sengaja terluka olehku

and 
trimakasih Tuhan untuk segalanya

love u

Posted by heartspace in 01:56:56 | Permalink | No Comments »

Monday, December 15, 2008

Terima kasih

Aku belajar banyak hal dari peristiwa yang kujalani saat ini,kini aku memahami hakikat hidup manusia, aku kini memahami pengembaraan untuk menemukan jati diri sejati, aku mengerti tentang cinta sejati, aku mengerti arti persahabatan yang murni, aku mnemukan arti ketulusan, aku menemukan arti kemurnian hati,dan aku melihat karya Tuhan yang begitu nyata, dan sgalanya yang membuatku beranjak semakin manusiawi….

Aku bersyukur dengan sgala peristiwa dan orang 2yang Tuhan libatkan dalam peristiwa itu, aku bersyukur karena kini aku benar2 memahami tak ada kebetulan di dunia ini, sgalanya telah dia rencanakan dengan sempurna untuk menjadikan kita manusia yang hidup dan bila saatnya tiba kita dapat kembali padaNYA dengan jati diri yang sejati…

begitu banyak cinta yang kulihat dan kurasakan, begitu banyak berkat yang berkelimpahan yang begitu nyata, bahkan di setiap peristiwa yang tampak buruk di hadapan manusia…… aku bisa melihat kini

aku tak pernah menyesali apa yang terjadi dalam hidupku, aku tak pernah merasa salah melakukan kesalahan, karena aku tau pada saat setiap peristiwa itu terjadi aku melakukan yang terbaik yang kutau pada saat itu sesuai pengertian, pengetahuan dan perasanku saat itu terjadi………dan aku tau setiap orang pun demikian…. karenanya aku tidak pernah membenci siapapun yang kuanggap menyakitiku…Ya aku tersakiti, aku marah dan tidak senang dengan “kelakuannya” bukan pada manusianya…..

jadi aku melangkah dengan lebih ringan, membiarkan Tuhan bekerja dengan caraNYA, membiarkan DIA mengatur sesuai waktuNYA , karena hanya DIA yang tau hati setiap manusia, dan hanya DIA yang tau sgala yang terbaik bagi setiap orang……dan aku memandangNYA dengan kesadaran sungguh Luar biasa cara Tuhan bekerja……..dan aku menyadari betapa berharganya kita pribadi demi pribadi di hadapanNYA

Posted by heartspace in 16:20:35 | Permalink | No Comments »

Friday, December 12, 2008

ketika aku mengandung, banyak hal yang kualami….banyak amarah yang kupendam, banyak rasa sakit yang kutelan…,mendengar suamiku mengatakan bahwa dia tak punya perasaan apa-apa lagi terhadapku dan orangtuaku, melihat bagaimana suamiku mendiamkan aku berhari-hari bahkan berminggu-minggu bila yang kulakukan tak sesuai keinginannya………agar aku bisa memberikan tempat yang nyaman bagi anak dalam kandunganku

ketika aku melahirkan, banyak hal yang kemudian aku tak pedulikan, perasaanku, pikiranku, kemarahan, rasa saakit, dan perlakuan suamiku terhadapku maupun ke orangtuaku….agar aku bisa menyusui dengan penuh, agar ASI bisa terjamin jumlah nya …….., agar anakku bisa mendapatkan hal yang terbaik yang dia butuhkan ASI yang akan menjamin kesehatannya, kecerdasannya, hatinya, dan agar dia mengawali hidup ini dengan merasakan cinta dan kehangatan

ketika anakku beranjak bertumbuh , aku memilih untuk banyak diam, tak mengidahkan remuk redamnya hatiku, belenggu saat aku tak bisa bicara apapun, dikatakan ibu di bawah standar, dikatakan tidak pernah membantu suami, meski saat itu aku bekerja 3 tempat sekaligus , menyusui , mengurus segala keperluan anak dan suamiku , dan kuliah……agar  anakku bisa tumbuh dengan bahagia, bisa mendapatkan pelukan cinta semuanya, agar dia berkembang dengan alami…

ketika akhirnya aku mengiyakan ancaman cerai suamiku, aku difitnah, “ditindas” , dihancurkan pekerjaanku, diperkarakan di polisi ( karena suamiku sendiri menjebak aku),dan ketika anakku diambil tanpa sepengetahuan aku, di kala dia masih menyusui di malam hari, di kala selama 2 tahun penuh dia tidur bersamaku….aku memilih tidak mengambilnya secara paksa, karena cintaku pada hugo membuatku rela menepis segala kerinduan dan keinginan di hati agar dia tidak semakin terluka…..

aku melihat bagaimana suamiku dan keluarganya mengambil hugo tanpa kuketahui, mereka bilang aku meninggalkannya dalam keadaan sakit dan pergi dengan laki2 lain….. bagaimana mungkin aku meninggalkan anakku dalam keadaan sakit, bila aku seorang dokter yang sudah menangani ribuan pasien, dan aku tau persis bagaimana mendiagnosa seseorang , berat ringannya seseorang tersebut, apakah perlu didampingi atau tidak…

bagaimana aku dikatakan meninggalkan anakku sendirian bila pada saat itu aku meninggalkan rumah untuk bekerja dan dia di rumah bersama baby sitter dan ibuku ( kami tinggal di rumah orangtuaku)..

bagaimana aku dikatakan meninggalkan rumah dan berada di tempat laki2 lain bila pada saat aku di tempat kost teman ku ,aku datang karena melihat berkas pembiayaan anak atas perintah suamiku yang pada saat itu sudah sepakat berpisah di depan Pastor, di depan orangtuaku, dan melalui sms dia mengatakan “aku bukan suamimu lagi, hanya saja memang belum legal”. ya, karena memang pada saat itu kami baru akan mengurus ke pengadilan dan dia memintaku untuk menanyakan berkas2 pembiayaan anak pada temanku itu yang kebetulan juga sedang proses dan sudah membuat perjanjian di depan notaris perjanjian tentang pembiayaan anak setelah bercerai…….

bagaimana pada saat dia bilang menemukan emailku pada laki2 lain , dia tidak pernah menanyakan padaku, tidak pernah mengatakan padaku, tapi langsung membawanya ke tempat kakak2nya diperlihatkan pada mereka, dan dibawa juga ke tempat Pastor yang saat itu mendampingi masalah kami……….. aku adalah orang terakhir yang mengetahui keberadaan email2 tersebut…….lalu bagaimana dia bisa mengambil email yang dikatakan emailku? karena dia dia yang membuatkan accountnya, dia yang membuatkan passwordnya, lalu bila memang dia menghargai aku sebagai istri, dengan akses yang 100% terhadap accountku , dan bila dia berniat baik, mengapa dia tidak menanyakan dulu padaku, tapi langsung membawanya kepada kakak2nya dan kemudian kepada pastor?……….. dia bahkan memblok account ku itu setelahnya, hampir 2 bulan aku tak punya akses ke accountku tersebut, padahal itu berhubungan dengan pekerjaanku sebagai dosen, dan kebetulan juga kuliah……… saat dia mengembalikan accountku tersebut dia bilang ” emailmu sudah aku balikin, passwordnya sundoro, kamu ganti aja supaya nggak bisa aku jailin lagi” …… lalu pertanyaanya apa benar smua yang ditulis di dalam email tersebut adalah tulisanku? pada saat suamiku akhirnya memperlihatkan ke aku sumpah aku sudah lupa isinya, karena memang bukan hal yang penting, dan apa aku tulis semua isinya, aku juga tidak yakin …..

dia bilang aku minta cerai darinya…tapi mengapa ia menggugat cerai aku? mengapa dia bilang ke Pastor dan ke orangtuaku kami sepakat bercerai? apa dia mengatakan bagaimana dia bilang padaku sudah tidak tahan dan ingin berhenti berjuang? sudah capek berusaha?…akhirnya aku mengiyakan permintaanya…lalu aku kemudian dituduh mengiyakan itu karena aku sudah ada laki-laki lain……lalu mengapa selama pernikahan dia sering mengancam cerai, bila dia ternyata tidak ingin bercerai brarti dia hanya ingin mengontrol hidupku dengan ketakutan akan bercerai…..,,sungguh cara mencintai yang tidak kupahami….

bila akhirnya aku menceritakan pada keluarganya apa yang kualami dan kurasakan , itu karena dia lebih dahulu menceritakan tentangku yang tidak benar…. dan keluarganya mengelak…bila memang dia tidak menceritakan hal2 buruk lebih dahulu tentangku bagaimana mungkin kakak iparnya yang kebetulan satu sma denganku menelpon temannya untuk menanyakan siapa laki-laki yang dituduhkan suamiku menerima email dariku…. bagaimana  mungkin kakak iparnya yang lain beberapa hari kemudian bertemu denganku dan bercerita dan mengatakan haltentang masuknya “orang ketiga” di saat suatu rumah tangga sedang bermasalah, bagaimana mungkin kakak-kakak perempuannya mengatakan hal2 buruk dan itu disampaikan babay sitterku kepadaku….dan bila kemudian aku memilih bicara, itu karena aku ingin mereka mendengar dari 2 versi, namun yang terjadi justru mereka bilang aku menjelek-jelekkan adiknya, aku pembohong, aku tidak tau diri dlll……. lalu bagaimana mereka menuntut ada penyelesaian masalah bila aku tak boleh bicara dan mengatakan apa yang kurasakan, apa yang terjadi dan apa yang ku alami?  bagaimana?

saat gugatan cerai dilayangkan padaku aku dikatakan ibu yang tak punya kasih, hanya melahirkan saja…..lalu bagaimana dengan aku yang menyusui ASI esklusif 6 bulan, full ASI selama 1,9 thn , dan ASI dimalam hari sampai saat dia diambil tanpa sepengetahuan aku…lalu bagaimana dengan catatan tumbuh kembang anak , berat badan yang baik, tinggi badan yang baik, tak pernah sakit di tahun pertama kehidupannya, alergi produk sapi yang terkontrol, imunisasi yang lengkap, jadwal kontrol dokter yang lengkap untuk mencek tentang perdarahannya ( anakku sempat perdarahan selama 6 jam saat dia terjatuh dan giginya patah, dokter memintaku memberi pengawasan , dan kebetulan dia pun sering mimisan) , aku tau kapan tiap giginya tumbuh, melihat dan mencatat saat dia mulai duduk, mulali merangkak, mulai berdiri, mulai berjalan, aku melihat dan mencatat semua perkembangan yang sudah bisa dia lalukan sampai dia diambil dariku… lalu bagaimana dengan itu semua, dan aku dikatakan hanya melahirkan saja?

kini 7 bulan sudah aku tak bertemu anakku…. pada saat aku kalah di pengadilan tentang hak asuh anak, aku dianggap ibu dengan simpang laku, meninggalkan anak dalam keadaan sakit dan berada di tempat laki-laki lain……aku memang berada di tempat temanku,tapi atas permintaan suamiku untuk meminjam berkas pembiayaan anak, ayahku pun tau akan hal tersebut…aku punya bukti dan aku punya saksi…lalu mereka bilang aku pembohong, suka mengarang hanya dengan hal2 kecil, bahkan mereka ke kantorku untuk meminta dekan tempatku mengajar menonaktifkan akau, dan aku memang dinonaktifkan, lalu mereka mendatangi tempatku mengajar yang lain untuk meminta mereka merubah status kepegawaianku yang staf pengajar tetap menjadi staf pengajar tidak tetap, lalu mereka mengatakan aku tidak praktek dan tidak punya SIP, padahal aku prektek di depan pengadilan dan papan namaku pun terpampang di sana, mereka bilang aku datang ke romo yang pasti akan membelaku, padahal aku datang ke romo yang memberikan kanonik dan yang menikahkan kami..bahakan aku pun juga tau bahwa suamiku mendatangi mantan tunangan aku untuk membujuknya membuktikan bahwa aku ini perempuan yang tidak baik, tukang berselingkuh dll…..

dan aku tak melakukan apapun…aku diam saja, membiarkan semuanya mengalir…. tidak perlu berteriak bahwa aku tidak seperti yang mereka “imaginasikan” .buat apa melakukan itu smua? kebenaran akan kenyataan selalu akan nyata……. aku punya bukti dan punya saksi, smua yang kukatakan tak ada yang mengada-ngada….. dan aku ingin memberikan cinta pada anakku dengan hal yang kumengerti adalah cinta….aku tak mau merebutnya dengan kasar karena aku tau anakku bukan barang yang bisa diperebutkan, menilik cara-cara suamiku dan keluarganya memperlakukan dan menghalalkan segala cara, aku tau bahwa kemungkinan bila aku mengambil anakku dengan cara kasar mereka akan merebutnya dengan cara yang lebih kasar…dan aku ingin anakku tidak mengalami hal itu, cintaku padanya membuatku tak sanggup membelenggu dia…mungkin mantan suamiku dan keluarganya menaganggap aku takut karena aku bersalah, tapi aku tidak takut, dan aku tau persis apa yang terjadi, mengapa dan bagaimana semua terjadi, aku tau mengapa mantan suamiku dan keluarganya bertindak seperti itu, aku mengenal karakter mereka dengan baik, dan bukan karena takut aku tidak melakukan hal yang sama, tapi justru karena cintaku yang begitu besar kepada Hugo………

aku tak ingin dia hidup dalam penjagaan ketat, aku tak ingin dia hidup dengan orangtua yang was-was anakkya akan direbut..aku tak ingin anakku hidup dengan ketakutan…..aku ingin anakku hidup bebas, hidup dan berkembang sebagaimana dia sebagai anak2 yang tumbuh…ketakutan entah itu dari orang2 disekelilingnya maupun dari dalam dirinya (yang tidak disadari suamiku) akan membuatnya tidak bebas berkembang…dan aku tak ingin itu terjadi….cintaku pada anakku membuatku ingin dia hidup sebagai manusia bebas…..

Posted by heartspace in 01:52:19 | Permalink | Comments (1) »

Monday, December 8, 2008

BONUS

pernahkah kau mencintai
seperti kau pulang ke rumahmu sendiri
damai
tenang
bahagia
dan kau tak ingin beranjak

pernahkah kau mencintai 
sama seperti burung berkicau
tertawa
bersenandung
bersinar
dan kau tak ingin berhenti
karena tak bisa berhenti
karena tumbuh tanpa kau minta
karena mencintai tanpa kaurencanakan

dan kau bebas
lepas
mencintai
karena keluar dari dalam hatimu
bukan keinginanmu
bukan untuk kenyamanmu

karena kau mencintainya 
tanpa peduli 
apakah dia mencintamu atau tidak
cinta yang tulus,tanpa batasan
tanpa ekspektasi
tanpa menuntut balas
tanpa pemaksaan
hanya mencintai

dan bila dia ternyata mencintaimu
itu bonus

Posted by heartspace in 03:26:17 | Permalink | No Comments »

manusiawi

kadang kita sebagai manusia terlalu angkuh untuk mengakui bahwa kita manusi a yang punya sisi manusiawi..
banyak diantara kita yang kemudian tanpa disadari berada di ambang kehancuran diri karena keangkuhan tersebut…

tanpa di sadari kita sering brusaha mati2an melindungi orang lain karena merasa kita lebih kuat daripada orang tersebut, atau mati2an kita menjaga seseorang sampai mengornbankan dirinya sendiri karena merasa kita jauh lebih kuat dari orang tersebut…
Lupa bahwa setiap manusia perlu hidup sebagai manusia dengan segala hal yang manusiawi agar menemukan jati dirinya yang sejati….
akhirnya dengan berdalih kasih , kita mematikan orang lain dan diri kita sendiri dengan tidak membiarkan diri kita dan orang lain tersebut menjadi manusia

rasa sakit membuat kita mengerti arti keikhlasan dan ketulusan
rasa marah membuat kita memahami kedamaian
rasa sedih membuat kita mengerti arti kebahagiaan
rasa takut membuat kita tau arti kebebasan
rasa khawatir membuat kita tau bagaimana melihat hidup
semua manusiawi 
dan tiap - tiap orang perlu belajar untuk merasakan dan mengatasinya
karena di situlah kita hidup sebagai manusia

segala rasa manusiawi yang kita rasakan membuat kita menyadari bahwa Allah lah tempat kita bersandar..bahwa kita hidup semata -mata karena KASIH ALLAH…
sgala peristiwa dalam hidup , semua orang yang kita temui, peristiwa alam dan segalanya adalah cara Allah bicara pada kita…..
segalanya terlalu sempurna untuk disebut kebetulan
tapi seringkali kita tak menyadarinya
karena kita terlalu sibuk mencari kesalahan dalam peristiwa hidup kita
sibuk menghakimi dan menghukum orang lain
sibuk membela diri
dan segala kesibukan lain

lupa diam 
untuk mendengarkan apa yang Allah katakan….
Padahal dengan mendengarkan Allah bicara
beban kita akan terlepas
dan kita akan melihat segalanya baik 

Kadang manusia tidak sabar
selalu ingin segalanya instan
sehingga kemudian sibuk berlari 
sibuk membuat pagar dalam kehidupan nya
membuat benteng pertahanan
membuat rencana “perang”
sibuk dengan ketakutan dan kekhawatirannya

lupa membiarkan segalanya berjalan seiring waktu
lupa membiarkan segalanya berjalan apa adanya
lupa membiarkan Tangan Allah bekerja
dan lupa bahwa Bila Allah telah menciptakan kita dengan cinta 
maka DIA akan menjaga kita dengan cinta pula

Posted by heartspace in 03:13:16 | Permalink | No Comments »

Friday, November 28, 2008

berhenti berlari

kadang kita terengah2 oleh banyak hal
karena selalu berlari , mengejar sesuatu yang tidak tampak di depan mata
hingga melupakan kehidupan saat ini
hal2 indah yang bisa disyukuri setiap detik
padahal kita cuma perlu untuk diam sejenak
merenda hati, melihat dengan melihat …bukan sekedar lihat
dalam diam kita bisa melihat segalanya lebih jelas
dan kita akan tau di mana letak cahaya
tanpa perlu kehabisan energi
tanpa perlu napas terhenti
terang selalu ada 
hanya saja kita kadang terlalu sibuk berlari atau sibuk berhenti
hingga kita tak melihat sinar dalam jalan kehidupan yang begitu mempesona
ketakutan dan kekhawatiran seringkali membutakan mata
dan itu menjadi motor penggerak untuk membuat kita terperangkap di masa lalu 
atau berlari kencang di masa depan masa yang belum kita ketahui
akhirnya kita tak pernah benar2 hidup

mimpi adalah awal dari segala yang akan terwujud
awal dari cita2 dan talenta yang bisa kita bangun
tapi tak kan terwujud bila kita berlari dari masa sekarang
atau berhenti di masa lalu
masa lalu adalah masa yang kita lewati untuk menjadikan diri kita seperti ini sekarang
masa yang memngajarkan kita tentang kehidupan
tapi hidup itu sendiri
ada di masa sekarang yang sedang kita jalani 
di tiap detik kehidupan kita

di saat kita hidup di masa sekarang
di situlah kita bisa bersyukur
dan bisa melihat dalam terang
maka mimpi akan bisa terwujud
dan masa lalu akan tetap menjadi bagian indah dalam hidup kita

Posted by heartspace in 11:10:06 | Permalink | No Comments »

Sunday, November 23, 2008

aku dan waktu

Perubahan adalah abadi .
aku tidak mungkin berhenti pada suatu titik
dan membiarkan hidup ku mati. 
Hari kemarin telah berlalu, esok belum datang
yang ada hanyalah hari ini
aku tak mungkin menghentikan waktu
karena waktu memiliki masanya sendiri
aku tak mungkin berhenti
karena berhenti akan membuat segalanya semu
apapun itu
aku menjalaninya
meski aku tak jarang terserok
meski aku sering terperosok
meski aku kadang merasa sangat lelah
bahkan ketika keringatpun tak sanggup lagi menetes
aku tetap berjalan
karena DIA mau
aku menyelesaikan perjalananku
dengan senyum
dan 
bahagia

Hidup mengajarkan aku
Segalanya adalah pilihan
Dan aku sadar
Segalanya adalah keajaiban
Hidup membuatku melihat
Banyak hal yang tak terlihat
Dan aku mengerti
Segalanya ada seperti yang seharusnya

Posted by heartspace in 01:22:10 | Permalink | No Comments »

Thursday, November 20, 2008

aku dan apa yang dipikiranku

Banyak orang bertanya knapa aku tidak menemui anakku…., bahkan salah seorang kakak mantan suamiku pernah bilang ke kakak sepupuku bahwa aku ibu yang tak punya kasih karena seharusnya seorang ibu meloncati tembok tinggi untuk menemui anaknya ( pertanyaannya apa orang yang membangun tembok tinggi antara anak dan ibu itu punya kasih?…tapi orang yang membangun tembok itu merasa punya kasih)………

Sungguh tidak ada seorang ibu pun di muka bumi ini yang tidak mau menemui anakknya, apalagi pada saat anakku diambil anakku masih menyusui setiap malam ( dan ini dikatakan bohong oleh mantan suamiku, bahkan samapi aku bilang  ASI harus dimaintanance agar bisa terus keluar, tetapi dia blg ASI kan memang keluar terus——–bayangkan dia tiap hari pergi pagi pulang tengah malam, bagaimana dia melihat saat aku menyusui? saat sampai rumahpun lgs tidur, tengah malam aku menyusui pun dia tidak melihat, dan aku dikatakan bohong——)

…6 bulan aku tidak bertemu anakku…saat mantan suamiku dan keluarganya mengambil Hugo  dariku karena alasan aku menelantarkan anak dalam keadaan sakit dan pergi ke tempat seorang laki2, dan mereka sama sekali tidak bicara padaku SAMA SEKALI TIDAK ……….( yang bisa kukatakan adalah , aku seorang dokter..bekerja tidak hanya sebagai dosen namun juga praktek kedokteran…setiap hari aku slalu mengajarkan pada mahasiswa bahwa apapun tindakan kita pastikan kita punya “reason” yang bisa dipertanggungjawabkan…jadi waktu aku pergi kerja pada pagi sampai sore hari lalu ke tempat teman itu karena aku punya alasan, anakku waktu itu batuk , sudah diberi obat dan tiap jam aku kontrol by phone, anakku di rumah bersama ibuku dan baby sitter……aku datang ke tempat temanku karena aku memerlukan dokumen yang harus segera kubuat dan itupun atas perintah suamiku   ——setiap aku katakan ini mantan suamiku akan tertawa dan akan bilang aku mengarang—-)

Aku sempat datang ke rumah orangtua mantan suamiku , tapi anakku  tidak ada di rumah itu ..aku sempat menemui orangtuanya di pelabuhan ratu tapi jawabannya adalah nanti klo sudah besar anak itu juga akan mencari sendiri ibunya………soooo meski dah diterangkan bahkan dengan bukti2 mereka tetap bilang aku pembohong..bahkan Romo tempat aku sepakat berpisah dengan mantan suamiku pun sudah mencoba menghubungi mereka juga, tetapi malah romo tersebut diperlakukan agak tidak sopan (via telephone)….Bahkan suamiku dan kakaknya mendatangi kantor tempatku mengajar dan menceritakan tentang aku bagaimana aku menelantarkan anakku, berselingkuh dll mereka kemudian minta supaya aku dinon aktifkan, dan akhirnya aku dinonaktifkan….mereka juga datang ke tempatku mengajar di fisioterapi dan minta pihak fisioterapi mengubah status pengangkatanku sebagai staf pengajar tetap menjadi staf pengajar tidak tetap, tapi pihak fisioterapi menolak….

Beberapa hari lalu aku bertemu dengan mantan suamiku dan pengacara dia dan pengacaraku…. aku kalah hak asuh anak dipengadilan karena dianggap ibu yang tidak baik tidak bertanggung jawab meninggalkan anak dalam keadaan sakit ke tempat laki2 lain dan sudah disuruh pulang tapi tetap tdk mau…meski dengan bukti dan saksi yang jelas nyata, bukan karangan dan bukan atas dasar ceritaku, tetapi apa yang saksi lihat… aku meninggalkan rumah belum sampai 10 jam, plg kerja ke tempat temanku utuk melihat dokumen pembiayaan anak dan dokumen draft perceraian (atas perintah suamiku), ayahku tau akan hal itu karena sebelum pergi ke tempat temanku aku smpt bicara pada ayahku, aku punya catatan lengkap riwayat tumbuh kembang anak, tiap giginya tumbuh, dia berjalan, dia bicra, dia memeluk, di berhitung, imunisasi, riwayat kesehatannya dari dokter anak, apa saja yang sudah bisa dia lakukan, jadwal makan, jenis makanannya, jenis susu dan lengkap dengan riwayat sakitnya dan apa saja yang harus dipantau…aku pun punya saksi yang membuktikan aku sering membawa anakku ke kantor supaya aku tetap bisa memberikan ASI , dan ke kantor lengkap dengan kasur, stroler, blender , mainan dll……..bagaimana di sela aku bekerja dan kuliah lagi aku masih bisa menyusui anakku full, tapi aku tetap dianggap ibu yang tidak baik, ibu tak bermoral, ibu di bawah standard…sehari sebelum keputusan panitra minta pengacaraku merapat ke hakim, tapi aku bilang tidak usah…karena aku tidak mau anakku dijadikan alat apapun ……Dia manusia , dia punya hak untuk hidup , bukan alat untuk memeras apalagi untuk menjatuhkan ibunya…..dan itu yang membuatku kuat…… saat bertemu dan kukatakan bagaimana aku mengandung sampai muntah darah, meregang nyawa saat melahirkan , berjuang menyusui sampai 2 tahun dia bilang dengan lantang “itu kan kodrat” …detik itu aku sangat sadar betapa laki2 yang pernah kunikahi benar2 tidak menghargai perempuan, perjuangan seorang ibu dan nyawa seorang ibu….

Dia  juga bilang bahwa aku boleh bertemu dengan anakku di rumah orangtuanya kapan saja asal ada dia ( pertanyaanya kapan dia ada? setiap saatkah? ) ..dan dia bilang aku tidak menanyakan kabar anakku sama sekali , padahal aku sms dia dan selalu dijawab “sehat,senang dan bahagia” dia blg terakhir aku sms Mei, dan itu sama sekali tidak benar aku punya buktinya…aku juga sms and tlp dengan baby sitter, kakak laki2nya yang tinggal di rumah orangtuanya, bahkan  masih sms mamanya untuk mengingatkan imunisasi…tapi aku tanya ke dia klo dia punya niat baik kenapa dia tidak pernah bilang padaku bhw anakku di sekolahkan, anakku sakit dan sempat dibawa ke rumah sakit Hermina Jatinegara, dia juga tidak bilang susu anakku sekarang dicampur dengan susu sapi, padahal alergi anakku thdp susu olahan sapi masih dalam pengawasan ,dan dia tak menjawab hanya mentertawakan aku…..semua kuketahui dan tidak ada satupun yang berasal dari dia atau keluarganya…tidak ada yang bilang padaku, itu kalo dikatakan mereka tidak memisahkanku dengan anak…( pertanyaannya mana niat baik mereka? atau mana kepedulian mereka thdp anakku?) …….

Andai aku temui anakku sesuai yang mereka minta dengan pengawasan dan  tidak boleh dibawa , ( jadi aku dianggap penjahat brutal yang akan melukai anak  padahal aku ibu yang mengandung , melahirkan dan menyusui), cuma beberapa jam atau kurang aku bisa menemui , bagaimana kondisi psikologis anakku? andai aku melakukan seperti mereka merebut anakku dengan paksa bagaimana kondisi anakku? ….. pelukan seorang ibu akan sangat berbeda dengan pelukan nenek, bude, pakde, ayah, kakek, baby sitter dan lain2…sangat berbeda…ikatan batin tidak mungkin diputuskan oleh apapun, lalu bagaimana jika  aku datang dan anakku tidak mau melepaskanku, kemudian dipaksa melepaskan…aku terlalu mencintai anakku untuk sanggup melihat anakku makin terluka batin….anakku berusia 2 thn saat mereka mengambil, kini 2,6 thn apa yang bisa diteriakkan seorang anak usia 2,6 thn? …..mantan suamiku bilang anakku tidak pernah mencari aku ( pertanyaanya bagaimana sampai dia tidak mencariku , sedangkan saat dia tinggal di rumah orangtuaku tiap hari setiap siang dia slalu minta tlp aku, bahkan tiap bangun tidur dia selalu mencariku,——–bhkn mantan suamiku sdr pernah sms aku suatu pagi saat aku di luar kota, bahwa anakku mencariku———, lalu apa yang mereka lakukan hingga anakku tidak mencariku ?..meski menurut baby sitter yang tiap jam bersama anakku, anakku masih mencariku, tetapi disangkal oleh mantan suamiku dan keluarganya,bahkan baby sitterku diminta menandatangani surat pernyataan tanpa boleh membaca saat dia tandatangani, dia diperbolehkan membaca sehari kemudian saat surat pernyataan itu sudah ditandatangani)….Dalam sekejap anakku harus adaptasi dengan lingkungan baru yang berbeda dengan tempat dia sejak lahir sampai usia 2 thn , itu sudah stressor tersendiri, dalam sekejap dia tidak bisa bertemu denganku ibunya yang mengandung, melahirkan dan menyusui, dan dalam tempo 4 bulan baby sitter yang dia kenal sejak lahir pun terpaksa meninggalkannya karena dia mau hidup yang lebih baik dan tidak betah di sana, bagaimana stressor yang dialami anakku? siapa yang memikirkannya? apa mereka berpikir?  aku ibunya, dan aku memikirkannya, SANGAT!

Mereka bicara moral …aku dikatakan punya moral yang buruk…lalu seperti apakah moral seorang laki2 yang tidak menghargai perempuan, tinggal dirumah mertua sejak menikah selama 3 thn, dan 2,5 thn tidak menegur orangtuaku, bagaimana seorang laki2 yang tiap hari pulang tengah malam tanpa memberitahu istri, bagaimana moral seorang laki2 yang sudah mengatakan berpisah dengan istrinya, lalu dengan orangtua istrinya, lalu romo, kemudian mengatur jebakan untuk membuat istrinya tampak buruk seperti yang dipikirkannya? lalu bagaimana moral seorang laki2 yang saat istrinya hamil menyuruh istrinya menunggu di mobil di parkiran 4 jam sampai tengah malam dengan alasan saat istri mau pulang naik taksi dikatakan sayang uangnya? lalu bagaimana seorang laki2 yang saat istrinya hamil sering ngambek , mendiamkan istrinya dan pulang ke rumah orangtuanya, bagaimana seorang laki2 yang saat istrinya hamil 6 bulan bilang bhw dia sudah tidak punya perasaan lagi terhadap istrinya dan tidak peduli lagi terhadap mertuanya, bagaimana seorang laki2 di kala istrinya hamil, menyusui masih harus membukakan pintu tiap tengah malam saat dia pulang karena dia tidak mau membawa kunci duplikat meski sudah diberikan, bagaimana seorang laki2 mengatakan istrinya tidak mengurus dia padahal distrinya tetap menyiapkan makan, susu, dll dan itu bahkan selalu dibawa di kamar karena laki2 itu tidak mau makan di luar karena tidak mau bertemu dengan mertuanya, bagaimana seorang laki-laki yang mengatakan dia harus mencuci sendiri menyetrika sendiri baju yang akan dipakai ke kantor dan bilang bahwa istrinya nggak ngapa2in…padahal istrinya bekerja, menyusui, mengurus anak, mengatur makanan anak, dan yang mencuci pun tidak dia hanya sesekali bila baby sitter pulang kampung itupun hanya dimasukkan ke mesin cuci….dan semua yang kukatakan dikatakan bohong olehnya, aku dikatakan pembohong…bahkan dengan begitu banyak saksi dan bukti aku tetap dikatakan pembohong oleh dia, keluarganya dan pengacaranya…..

Posted by heartspace in 02:44:17 | Permalink | No Comments »

Wednesday, November 19, 2008

Knapa

knapa banyak orang tidak bisa melihat perbedaan…….knapa klo orang berbeda langsung dihakimi dan dihukum klo perbedaan tidak indah mengapa Tuhan menciptakan sgala sesuatunya beragam? ……knapa orang2 merasa dirinya diserang begitu kita mencetuskan sesuatu yang beda? ……….knapa tidak dibiarkan saja semuanya seperti apa adanya pemaksaan mengikuti sesuatu akan menghancurkan mematikan jiwa membungkam kreativitas, memberangus mulut,dan mengikat kaki dan akhirnya orang tersebut akan layu tak berkembang ………………banyak skali kulihat kemudian, orang2 yang bertindak perdasarkan penghakiman dan penghukuman, yang sebenarnya mempunyai potensi diri kemudian menjadi mati tak bisa apapun selain menjadi robot dan hidup dalam ketakutan…………….. mereka kemudian menciptakan pagar2 untuk dirinya sendiri brusaha melindungi diri dari “serangan” orang2 yang mereka anggap musuh, padahal orang2 itu tidak menganggap musuh ……………….kemudian melihat kenyataan hanya sesuai yang dipikirannya tidak lagi melihat kenyataan sesuai dengan apa yang ada ……………..dalam kamus mereka hidup akan menjadi hitam atau putih mereka lupa hakikat hidup manusia terletak di hati ………….dan itu tidak bisa kita nilai hanya dengan asumsi atau apa yang kita lihat semata ……………..knapa mereka merasa diserang untuk sesuatu benar atau salah? padahal kebenaran seseorang akan berbeda sesuai apa yang diyakini masing2 ………..lalu kenapa musti dihakimi? lalu merasa punya hak menghukum?

Posted by heartspace in 01:30:20 | Permalink | No Comments »