surat untuk Hugo
Sayangku Hugo, anakku terkasih…hari ini 21 januari 2009…..sudah 8 bulan kita tak bertemu….aku menulis ini untukmu ,aku tak pernah tau bilamana waktuku tiba…tapi aku ingin engkau tau beberapa hal, bila ternyata aku tak pernah bisa lagi berjumpa denganmu….
Kita punya kisah yang indah
Setiap malam sejak dalam kandungan aku bernyanyi untukmu
Setiap pukul 5 pagi saat usia kandunganku 6 bulan, kamu selalu sudah sibuk menendang perutku ….kamu akan berhenti menendang setiap aku mengelus ngelus perutku…lalu kita mendengarkan musik bersama
Saat kau lahir , hampir setiap 2 jam kamu terbangun untuk menyusu
Kamu pandai sekali, tidak sulit belajar menyusu…
Saat itu setiap menyusu aku menggendongmo, duduk di kursi atau bersandar di kepala tempat tidur…
Kita saling memandang…sambil kubernyanya,kamu akan selalu tertidur
☺ tapi adakalanya kamu nakal
semalaman tak mau lepas dari putting susuku
setiap akan kulepas kamu menarik kuat putting susuku
akhirnya kita tidur bersisian
dan aku nyaris tak tidur karena menjaga agar kamu tak tersedak
tapi aku bahagia melakukannya
menciummu saat kau tidur
membelaimu dan memandangimu
aku tau kita berdua saling mencintai
saat kau mulai berhenti menyusu di siang hari saat usiamu 21 bulan, aku menangis
aku merasa kehilanganmu,meski saat itu kau masih suka menyusu di malam hari
di sela sela tidurmu…
sebelum kuberangkat kerja
kita selalu bermain
ada satu boneka tangan yang sangat kamu suka
froggy namanya
kamu bisa tertawa terkekeh kekeh saat kumainkan boneka tersebut
berteriak dan berusaha meraih ☺
kamu sangat tidak suka berada di box…
tiap kali dimasukkan ke box bayi kamu langsung berteriak teriak
tak pernah bisa tidur pulas bila ditaruh di dalam box
jadi kamu selalu tidur denganku di tempat tidurku
kamu luar biasa
kamu bisa duduk sendiri tepat di usia 5 ,5 bulan
lalu kamu langsung belajar berdiri
kamu belajar melangkah saat usiamu 7 bulan
saat usiamu 8 bulan kamu melangkah untuk pertama kalinya
tanpa berpegangan
3 langkah…dan terjatuh… ☺
sayangku…kamu sempat takut mencoba lagi berjalan tanpa berpegangan selama 2 minggu
aku membiarkanmu,aku memelukmu, aku tersenyum padamu
karena aku tau bila kamu sudah siap mengatasi rasa takutmu
kamu akan melangkah lagi
dan benar
kamu melangkah lagi, kali ini kamu berjalan jauh dengan berpegangan tembok, kursi , meja dan apa saja yang ada di dekatmu
begitu indah sayang, melihatmu bangkit
saat usiamu 10 bulan kamu sudah berjalan lancar tanpa berpegangan lagi
kamu melangkah dengan percaya diri
dan mulai berlari serta melompat –lompat
kita sering berciuman
berpelukan dengan mesra
tertawa bersama
bermain dan jalan jalan sayang
kamu sering ikut aku bekerja
kamu sangat terkenal diantara teman-teman sekantorku
kamu sangat menggemaskan
pernah suatu hari kita bermain mandi bola di mall
dan kamu muntah
aku sibuk sekali membersihkanmu dan membersihkan bola-bola yang terkena muntahanmu..tapi aku senang, aku bangga padamu
kamu lelaki kecilku
cintaku padamu terpatri erat
meski kini kita terpisah jarak dan waktu
tapi kita tetap bersama
aku merasakanmu
di saat kamu sakit
saat kau takut
aku merasakanmu
aku selalu ada sayang
tak pernah meninggalkanmu
kau anakku
Aku tak menemuimu bukan karena aku tak mencintaimu
Aku sangat mencintaimu, sampai aku tak sanggup bila aku harus membelenggumu
dalam ketakutan, dalam kekhawatiran,aku tak mau kau lebih terluka lagi…..
Aku tak bisa membiarkanmu bertemu sejenak denganku tanpa kebebasan
kemudian dipisahkan lagi..
Aku tak sanggup membiarkanmu di usiamu yang sangat muda
Selalu ketakutan akan rasa kehilangan
Mungkin tak terlihat
Tapi aku tau sayang
Tangismu sampai kepadaku
Meski mungkin kau tampak biasa
Aku tau hatimu terluka
Dan aku tak bisa membiarkan kamu terluka lebih dalam lagi
Ketenanganmu
Kebebasanmu dari trauma
Lebih utama daripada keinginanku
Aku tak bisa menemuimu
Sampai kita diberi kebebasan bertemu tanpa syarat
Sampai kita diperbolehkan lagi bermain
Di tempat yang kita sukai
Sampai kita bisa berpelukan , berciuman, berdekapan lagi dengan bebas
Aku berjuang sayang
Sampai sekarang
Perjuangan tanpa kekerasan
Entah berapa lama,tapi aku tak kan berhenti berjuang
Bagimu untuk kebebasanmu mendapatkan kasih sayang
Secara utuh, bukan saja dari ayahmu
Tapi juga kasih sayang utuh dari ku, ibumu
Suatu hari kamu akan mengerti
Bila saatnya tiba…
Aku mencintaimu sangat di setiap degup jantungku
Di setiap desiran darahku, kau selalu ada
Sampai selamanya
Anakku
Hugo
Hugo, lagu ini selalu kunyanyikan setiap malam di saat kau tidur
Waktu hujan turun
Rintik perlahan
Bulan pun menepi , awan menebal
Kutimang si buyung anakku sayang
Anakku seorang tidur lah tidur
Ibu mendoa
Ayah menjaga
Agar kau kelak
Jujur melangkah
Jangan engkau lupa
Tanah pusaka
Tanah tumpah darah
Indonesia
Tuhan
Apa yang dilakukan Hugo sekarang
Dia pasti sudah besar
Engkau tau isi hatiku
Engkau yang paling tau bagaimana aku berjuang tiap saat
Menahan rinduku
Airmata yang mengalir
Tiap tetesan kepedihan
Tapi aku percaya padaMU
Engkau punya rencana indah bagi kami
Dan demi kemulianMU
Jagalah dia selalu Tuhan
Dekaplah dia dalam belaian kasihMU
Kuserahkan dia sepenuhnya ke dalam tanganMU
Sang empunya
Trimakasih telah memberiku kesempatan indah untuk mengandungnya
Trimakasih karena Engkau telah memberiku kesempatan melahirkannya
Trimakasih Engkau telah memberiku kesempatan menyusuinya selama 2 tahun
Trimakasih untuk waktu-waktu kebersamaan kami
Aku tak tau apa rencanaMU
Apakah aku bisa mengasuh dan bertemu dengannya lagi dengan bebas
Tapi aku yakin KAU tak akan meninggalkannya
Dan aku di sini tak kan kunjung berhenti menanti